Tiga puluh Kata-kata Mutiara Bung Karno Yang Fenomenal

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. (Pidato Hari Pahlawan 10 Nop.1961)

Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.

Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.

Merdeka hanya suatu jembatan. Walaupun jembatan emas diseberang jembatan itu jalan pecah dua. Satu kedunia sama rata sama rasa. Satu kedunia sama ratap sama tangis.

Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.

Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.

Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan

Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri

Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Bermimpilah setinggi langit. Bila engkau jatuh, engkau akan jatuh diantara bintang-bintang.

Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali.

Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali.

Aku lebih suka lukisan samudra yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram.

Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.” [Ir. Soekarno, Pidato HUT Proklamasi]

Tidak ada Bangsa menjadi Bangsa yang Besar,yang Rakyatnya adalah kecil dan sempit dalam hati dan tindakan.

Sesuatu Bangsa tidak dapat hidup sempurna,kalau sebagian daerahnya Merdeka dan sebagian
daerahnya lagi di perbudak Orang.

Sesuatu Bangsa hanya dapat kuat kalau ia bersatu,Hanya dapat Merdeka kalau Ia membeli Kemerdekaan.

Berikan aku 1000 orang tua niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 anak muda niscaya akan kuguncangkan dunia.

Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu ! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak. [Pidato HUT Proklamasi, 1963]

Perjuangan-perjuangan membawa kesulitan-kesulitan.Perjuangan besar tidak hanya menuntut pengalaman tetapi juga menuntut keberanian

Pengalaman adalah guru,adalah pedoman,adalah kemudi yang sangat berharga.Pengalaman yang tidak di perhatikan akan menghantam roboh kita sendiri.

Semua Manusia dilahirkan sama dan bahwa tiap Manusia itu di beri oleh Tuhan beberapa hak yang tak dapat dirampas, yaitu hak hidup, hak kebebasan, dan hak mengejar kebahagiaan.

Siapa yang menentang gelombang lautan, ia akan lenyap,binasa oleh datangnya tenaga lautan itu sendiri.

Apabila di dalam diri seorang masih ada rasa malu dan takut berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.

Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.

Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.

Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.

Barang siapa yang ingin mutiara harus berani terjun di lautan yang dalam.

Kekuasaan seorang presiden ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan yang maha esa.

Kami menggoyangkan langit, menggempakan darat, dan menggelorakan samudera agar tidak jadi bangsa yang hidup hanya dari 2 ½ sen sehari. Bangsa yang kerja keras, bukan bangsa tempe, bukan bangsa kuli. Bangsa yang rela menderita demi pembelian cita-cita.

Kemerdekaan hanyalah didapat dan dimiliki oleh bangsa yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad ‘Merdeka, merdeka atau mati.

Tiga puluh Kata-kata Mutiara Bung Karno Yang Fenomenal | Viola Bunga Rosita | 4.5